Tarjamatul Mukhtar, Kitab Terjemah Syarah Ghayatul Ikhtishar Berbahasa Sunda

Salah satu kunci sukses Islam berkembang di bumi Nusantara ialah budaya. Dengan budaya, Islam dapat dikenalkan dengan lebih mudah tentunya karena budaya sendiri sangat melekat dengan masyarakat. Dalam syiarnya, para ulama dengan begitu cekatan meng-akulturasi-kan budaya setempat dengan nilai ajaran Islam agar lebih mudah diterima.

Kitab Tarjamatul Mukhtar adalah salah satu contoh dari sekian banyaknya buah syiar para ulama terdahulu. Kitab ini merupakan kitab syarah Ghayatul Ikhtishar, sebuah kitab fiqih mazhab Syafi’i yang dikarang oleh Imam Abu Syuja’ yang ditulis dalam bahasa Sunda pegon.

Kitab ini dikarang oleh seorang ulama dari Majalengka yang bernama Syekh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif. Awal penerjemahan kitab ini dimulai pada hari Sabtu, awal bulan Dzulqo’dah tahun 1317 H. Kitab ini juga bisa diakses secara online di website British Library dengan kode EAP211/1/3/2.

Kitab ini ditulis di atas kertas Eropa dengan panjang dan lebar manuskrip berukuran 27,5 x 21,5 cm dan panjang dan lebar teksnya 21 x 13,3 cm.

Berikut merupakan tangkapan layar isi kitab Tarjamatul Mukhtar


 

 

 

 Tangkapan layar di atas menjelaskan isi kitab bab sholat tarawih. Adapun teks bahasa Sundanya kurang lebih seperti berikut:

“Ari waktuna sholat tarawih eta dina antara sholat isya jeung bijilna fajar shidiq jadi saperti waktuna sholat witir kitu”

Artinya: Waktunya sholat tarawih itu antara sholat Isya dan terbitnya fajar shodiq jadi seperti waktunya sholat witir

Kini manuskrip kitab ini dirawat oleh Kesultanan Kacirebonan

Komentar